Sabtu, 25 Februari 2012
Nasuha: Lawan Persipura Harus Lebih Semangat
Bandung -
Nasuha memberikan
semangat kepada teman-
temannya untuk tetap
berjuang pasca kalah 0-3
dari Persiwa, Kamis (23/2) lalu. Menurut bek sayap
Persib tersebut,
pertandingan melawan
Persipura Jayapura, Senin
(27/2/2012,) nanti akan
dihadapi dengan permainan yang lebih maksimal. Sebelumnya, Nasuha sendiri
tidak diboyong ke Wamena
karena masih dalam pemulihan
cedera yang dialaminya. Kondisi
ini tentu menjadi keuntungan
baginya, karena kondisi fisiknya semakin segar setelah
beristirahat cukup lama. "Tetap semanagat jangan
berkecil hati karena masih ada
pertandingan lainnya. Saya
optimis di Jayapura teman-
teman bisa main lebih maksimal
lagi," tutur Nasuha kepada INILAH.COM melalui telepon
selulernya, Sabtu (25/2/2012)
Nasuha: Ada Maman Lini Belakang Lebih Komplit
Bandung - Bek
sayap Muhammad Nasuha
menilai lini belakang Persib
Bandung kini lebih komplet
dengan kembalinya Maman
Abdurrahman. Dia pun menyambut baik kehadiran
Maman. Sebelumnya, saat Persib
Bandung takluk atas Persiwa
0-3, Kamis (23/2/2012), Maman
dilarang bermain akibat
akumulasi kartu kuning. Kini,
pada lanjutan laga tur Papua menghadapi Persipura di stadion
Mandala Jayapura, Senin
(27/2/2012), Maman pun sudah
dipastikan akan mengisi lini
belakang Maung Bandung. "Kembalinya Maman adalah
kabar Bagus untuk kami,
artinya lini belakang kami bisa
lebih komplit," kata Nasuha.
'Tempatkan Airlangga Sebagai Striker Tunggal'
Bandung -
Mantan striker Persib
Sutiono Lamso mengatakan,
dengan memakai satu
penyerang, striker pilihan
nanti harus memenangi duel satu lawan satu. Dan
untuk melancarkan
serangan dengan
penyerang tunggal, umpan
jauh bisa diandalkan. "Memang hal itu bisa dilakukan
untuk masalah kurang
penyerang, dan saya dulu juga
pernah diplot sebagai striker
tunggal. Memang lebih sulit
karena satu orang dijaga dua bek. Harus punya skill mumpuni.
Minimal dia bisa menguasai bola,
bergerak cepat, mencari celah.
Kuncinya ada kesempatan
serangan balik harus berani
duel satu lawan satu. Andalkan umpan jauh, dan sabar dalam
membangun serangan," tutur
Sutiono kepada INILAH.COM,
Jumat (24/2/2012). Terkait penyerang yang lebih
cocok menjadi starter, striker
pencetak gol tunggal bagi
Persib saat menjuarai Liga
Indonesia 1994/1995 itu memilih
Airlangga Sucipto. Dia menilai Ronggo punya sikap yang lebih
ngotot dalam mencuri dan
menguasai bola. "Mungkin Airlangga yang lebih
cocock. Ali memang punya
kecepatan, cuma di lini belakang
lawan, ada Bio Pauline yang
cukup tinggi. Pintar-pintar saja
bagaimana penyerang nanti menyiasatinya," pungkasnya
Selasa, 21 Februari 2012
Dino Isyaratkan Tinggalkan Persib
Dino Isyaratkan Tinggalkan Persib BANDUNG (21/2/2012) - Pelatih
fisik Dino Sefrianto
mengisyaratkan untuk
meninggalkan Persib Bandung
karena merasa harga dirinya
terinjak-injak setelah diusir pelatih Drago Mamic dengan
alasan indisipliner, Senin
(20/2/2012). Dikatakannya,
kesabarannya menerima berbagai
perlakuan Mamic sudah habis. "Sejak awal memang sudah tidak
cocok. Sudah lima bulan saya
menahan kesabaran. Tapi, ujung-
ujungnya malah menerima usiran
dan caci maki," kata Dino kepada
persibmania.com, Selasa (21/2/2012). Sinyalemen itu semakin kuat
ketika Dino mengatakan jika ingin
membuktikan kalau dirinya
merupakan pelatih fisik
berkualitas. "Saya ingin buktikan itu kepada
Mamic, supaya dia tidak sombong
dan besar kepala," tegasnya. Meskipun demikian, Dino belum
mau mengungkapkan tim yang
akan ditujunya. "Soal ini, jangan
ditulis dulu. Tunggu konfirmasi dari
saya," katanya.
Usai Tur Papua, Persib Seleksi Pemain Asing
Usai
menjalani Tur Papua, Persib
Bandung akan melakukan seleksi
pemain asing. Hal tersebut
disampaikan Manajer Persib,
Umuh Muchtar saat ditemui di Hotel Yasmin Jayapura, selasa
(21/2). “Kalau tawaran pemain asing
asal Asia sudah ada beberapa
baik dari Korea maupun Syria.
Bahkan pelatih juga sudah
membidik dua pemain asing. Dan
setelah dibicarakan, rencananya setelah Tur Papua kita akan
melakukan seleksi pemain
tersebut,” tutur Umuh. Dia menambahkan pemain asing
yang dibidik Persib kali ini
merupakan striker murni, hal
tersebut dipilih karena saat ini
stok pemain striker murni di
dalam tubuh Persib masih belum memadai. “Ini merupakan permintaan dari
pelatih untuk mencari seorang
pemain dengan posisi striker
murni. Tambahan pemain asing
ini akan melengkapi jumlah
kuota maksimum yang telah ditetapkan BLI,” kata Umuh. Dengan adanya tambahan
amunisi pemain tersebut, Umuh
berharap nantinya stok
penyerang Persib tidak akan
lagi berkurang. “Nantinya kalau
salah satu pemain terkena akumulasi maka ada stok
penyerang lain. Jangan sampai
seperti saat melawan PSPS
Pekanbaru dimana Persib tidak
ada striker,” ujarnya. Meskipun demikian, Umuh
mengaku bahwa penampilan
striker Pesrib yang ada saat ini
seperti Airlangga Sutjipto,
Aliyudin, dan Moses Sakyi
semuanya sudah mumpuni. Hanya saja pemain asing pada posisi
striker ini hanya untuk
melengkapi, sehingga lini depan
Persib bisa lebih aman. Sebelumnya Pelatih Persib Drago
Mamic sempat mengutarakan
mengenai tambahan pemain
asing tersebut. Bahkan
tambahan pemain asing ini sudah
sangat mendesak, karena stok pemain Persib untuk lini depan
masih kurang. “Tadinya saya menunggu
pemain asing yang kita bidik,
namun hingga satu setengah
bulan menunggu pemain
tersebut tidak kunjung datang
juga, sehingga kita harus mencari pemain asing lainnya,”
tutur Drago. Mengenai pemain asing bidikan
Persib lainnya, Drago masih
enggan untuk mengatakannya
karena sampai saat ini dia masih
terus berkonsultasi dengan
manajemen Persib mengenai hal tersebut. Drago pun berharap bisa
mendatangkan pemain lain
dengan kualitas mumpuni. "Saya
harap kita bisa mendapat solusi
terbaik. Bagaimanapun ini semua
sudah terjadi meski kami sudah berusaha sebaik mungkin,"
ungkapnya. Saat ini Persib baru memiliki
empat pemain asing. dari kuota
lima pemain asing seperti yang
telah ditetapkan oleh Badan
Liga indonesia (BLI). Keempat
pemain asing tersebut adalah Miljan Radovic, Robbie Gaspar,
Abanda Herman, dan Moses
Sakyi. Untuk pemain asing asal Asia,
Persib baru memiliki satu pemain
asal Australia yaitu Robbie
Gaspar, sehingga Persib masih
memiliki jatah satu pemain asing
asia untuk melengkapi jumlah kuota yang telah ditetapkan
Dino Minta Diberi Kepercayaan Soal Fisik Pemain
Bandung -
Pelatih fisik Persib Dino
Sefriyanto mengatakan
akan tetap berada di
Persib jika posisinya
benar-benar diakui. Dia ingin urusan fisik pemain
diserahkan kepadanya. “Kalau Pak Haji (Umuh Muchtar)
minta saya bertahan, intinya ya
percayakan fisik pemain pada
saya,” kata Dino kepada
wartawan di tempat fitness di
kawasan Batununggal, Selasa (21/1/2012). Dino mengaku prihatin dengan
kondisi fisik pemainnya yang
dinilai tidak sesuai harapan.
Pasalnya kata Dino, pelatih
Drago Mamic yang mengambil
alih tugasnya melatih fisik pemain, menerapkan program
yang kurang tepat. Hasilnya,
dalam beberapa pertandingan
Persib pun bermain loyo dan
ditekan lawan-lawannya di
kandang. “Akhirnya saya ubah metode
pelatihan menjadi strong
warming up supaya dapat poin,
supaya kita menekan dari awal.
Kalau nurutin head coach, selalu
pelan-pelan karena dia ingin main di 10 menit pertama
pelan-pelan, kita bisa habis
ditekan lawan kalau seperti itu.
Contohnya lawan Semen Padang
di LPI, Sriwijaya dan PSAP Sigli.
Karenanya saat lawan Persiram, PSMS, saya langsung inisiatif
sendiri karena ini demi kebaikan
Persib. Siapa yang tidak mau
membawa prestasi bagi Persib,”
jelas Dino. Dino sendiri menilai Maung
Bandung baru bisa bermain
bagus saat melawan Pelita Jaya.
Sisanya, kata Dino permainan
Persib kurang baik, meskipun
meraih kemenangan. “Hitungan saya, kita bagus
cuman melawan Pelita, memang
kita menang di pertandingan
lain, misal waktu melawan
Sriwijaya tapi masih kurang dari
segi permainan dan fisik . Orang semua tahu itu, tapi mereka
nggak bicara ke head coach,
orang-orang tuh komplainnya
ke saya, mereka bertanya
kenapa ciri khas saya tuh
hilang. Sampai anak saya malu ke sekolah kalau Persib mainnya
jelek,” keluh Dino.
Manajer Persib Bantah Hubungan Tim Pelatih Retak
Manajer Persib Umuh Muhtar
membantah hubungan tim
pelatih retak. Dengan yakin, ia
menyebut suasana tim,
termasuk tim pelatih, dalam
keadaan kondusif. "Enggak ada ah. Suasana tim
kita kondusif," kata Umuh saat
ditemui di Stadion Persib, Jalan
Ahmad Yani, Senin (20/2/2012). Hal itu dikemukakan Umuh
ketika diminta komentarnya
soal keretakan di tubuh tim
pelatih. Isu keretakan sendiri
muncul setelah pelatih fisik Dino
Sefriyanto meninggalkan Stadion Siliwangi tadi pagi
sebelum latihan usai. Di satu sisi, pelatih Drago
Mamic kecewa karena Dino
terlambat bergabung dengan
tim karena waktu yang
dijanjikan setelah sebelumnya
absen. Sementara Dino mengaku datang terlambat
karena menjenguk saudaranya
di Lampung yang sedang sakit. Selain itu, Dino beralasan
perjalanan dari Lampung ke
Bandung harus ditempuh
dengan waktu yang cukup lama
karena menempuh jalur darat. Umuh mengatakan, kalaupun
benar-benar ada konflik di
tubuh tim pelatih, itu
merupakan hal biasa. "Kita kan
sudah satu keluarga, ibaratnya
sendok sama piring trung- treng itu biasa lah," ucapnya. Namun ketika kembali
disinggung soal keretakan
hubungan tim pelatih, ia
kembali membantah. "Enggak
ada (keretakan). Kita dalam
suasana kondusif," tegas Umuh
Dino Bertahan Karena Cinta Persib dan Hormati Umuh
Meski sudah tidak cocok
dengan pelatih Drago
Mamic, pelatih fisik Persib
Bandung Dino Sefriyanto
masih tetap menggelar latihan untuk pemain yang
tidak ikut tur Papua,
Selasa (21/2/2012). Dino mengatakan alasan untuk
tetap bertahan sampai saat ini,
disamping profesionalitas, adalah
rasa cintanya kepada Persib
Bandung dan menghormati Umuh
Muchtar selaku Manajer Tim. “Saya profesional, artinya saya
melakukan program latihan
sesuai dengan job saya. Kalau
pelatih taktik strategi, fisik
saya yang ngelatih karena
kondisi fisik (pemain) saya yang bertanggung jawab. Karena
kalau fisik tim drop, saya yang
disalahkan. Kemarin Mamic
menyatakan saya sudah nggak
boleh melatih di Persib, berarti
kan saya sudah bukan pelatih fisik di Persib. Dia sudah
mengakhiri kerja sama dengan
saya. Hanya saja, saya masih
bertahan karena Pak Haji
Umuh," papar Dino usai melatih
di Batununggal, Selasa (21/2/2012). "Selain cinta Persib, saya juga
menghormati Pak Haji Umuh.
Saya anggap Pak Haji Umuh,
Pak Zainuri, Pak Glen sebagai
seorang bapak," tambahnya. Dino mengungkapkan selama ini
kerja sama dengan pelatih
kepala di tim lainnya selalu
berjalan baik. Hasilnya pun
efektif, tim-tim tersebut bisa
berada di papan atas. Bahkan, pada 2007 saat menangani fisik
pemain bersama Arcan Iurie,
Dino berhasil membawa Persib
juara paruh musim. “Di Semen Padang, Sriwijaya,
Persebaya, Persib 2007 dengan
Arcan Iurie program pelatihan
fisik yang pegang ya saya.
Ternyata saya juara paruh
musim (dengan Persib), Semen Padang papan atas, dan saat
itu saya mendukung pelatih
kepala sepenuhnya. Itu sudah
sesuai peraturan FIFA ,” tegas
Dino
Senin, 20 Februari 2012
Umuh Muchtar, Buat Persib Tak Berpikir Untung Rugi
Siapa tak kenal Umuh
Muchtar?, sosoknya telah
dikenal luas oleh pecinta
sepak bola, khususnya
bobotoh Persib. Umuh dan Persib memang seolah
tidak terpisahkan. Sebelum tercatat sebagai
manajer tim, Umuh mengawali
kiprahnya di Persib sebagai
bobotoh. Dukungan total bagi
Persib selalu diberikannya sejak
era 80-an. Ketika itu, sebagai bobotoh, Umuh terkenal royal
dalam memberi dukungan. “Dukungan saya yang paling
menonjol (untuk Persib) waktu
zaman Adeng Hudaya. Sejak
saat itu dukungan saya untuk
Persib tidak pernah berhenti,"
kata Umuh saat ditemui INILAH.COM di kediamannya, Jalan
Desa, Kiaracondong, Kota
Bandung, Kamis (16/2). Pada era keemasan Maung
Bandung, loyalitas Umuh sebagai
bobotoh semakin menggila.
Terlebih saat Robby Darwis
mencatat sejarah baru
perjalanan Persib dengan menjuarai kompetisi Liga
Indonesia pertama 1994/1995.
Dia tak sungkan menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk
mengakomodir teman-temannya
sesama bobotoh. “Kalau Persib ada pertandingan
di Jakarta, saya pasti ikut ke
sana. Bisa tidak pulang sampai
sembilan hari. Kalau nonton
Persib saya tidak pernah
sendirian. Biasanya saya ajak istri dan 7 sampai 8 orang
teman, bisa sampai dua mobil.
Saya kemudian sewa penginapan
sampai dua kamar besar demi
menonton dan mendukung
Persib.” kenang pria berusia 63 tahun itu. Tidak hanya royal pada sesama
bobotoh. Gelontoran bonus juga
kerap dikucurkan Umuh pada
pemain Persib. Bonus tersebut
kata Umuh diberikan saat Persib
memenangkan pertandingan. Dia mengaku, fanatisme dan
kecintaan pada Persib adalah
sesuatu yang tidak ternilai.
Karena itu dia tak pernah
berhitung untung-rugi jika
sudah menyangkut dukungan bagi Persib.
Perjalanan Maraton Ke Wamena.
Tur ke Papua memang
membutuhkan fisik yang prima.
Sebelum bertanding, pemain
PERSIB harus menjalani perjalanan
panjang. Bahkan untuk sampai ke
Wamena, rombongan setidaknya harus tiga kali transit. Sekretaris tim PERSIB, Yudiana
mengatakan Milan Radovic dkk.
yang meninggalkan Kota Kembang
sekitar pukul 15.15 WIB memakai
bus di tengah rintik hujan, dan
terbang dari Bandara Soekarno Hatta pukul 21.30 WIB menuju
Makasar dengan pesawat Garuda.
Setelah transit di Makasar selama
30 menit, pukul 1.30 WITA mereka
terbang lagi dengan tujuan Biak. "Kalau tidak ada delay,
diperkirakan pesawat sampai di
Biak sekitar pukul 5.00 WIT.
Setengah jam kemudian terbang
lagi sekitar dua jam menuju
bandara Sentani Jayapura," ujar Yudi seraya menambahkan
rombongan PERSIB beristirahat
semalam di Jayapura untuk
menghilangkan rasa lelah setelah
menempuh perjalanan panjang. Esok harinya, Rabu (22/3) pukul
10.00 WIT, mereka akan menjalani
penerbangan sekitar 1 jam
menuju Wamena menggunakan
pesawat Trigana Air yang
berkapasitas 40 penumpang. Sehari kemudian, Kamis (23/2)
PERSIB dijamu Persiwa di Stadion
Pendidikan.
Persib Akhirnya Berani Targetkan Poin Saat Tur Papua
Setelah sebelumnya ogah
menyebut target poin di tur
Papua, Persib Bandung
akhirnya punya keberanian
menyatakan targetnya. Dua
poin ditargetkan 'Maung Bandung' dalam lawatannya ke
kandang Persiwa Wamena dan
Persipura Jayapura. "Alhamdulillah kalau bisa dapat
dua poin di sana, dua poin juga
sudah bersyukur," kata
Manajer Persib Umuh Muhtar
saat ditemui di Stadion Persib,
Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2/2012). Bahkan, Persib punya optimisme
tinggi dapat mengalahkan
Persiwa. Sementara saat
melawan Persipura, Persib
diyakini bakal meraih satu poin
alias hasil imbang. "Kalau kita bisa dapat poin
penuh (di kandang Persiwa) itu
jauh lebih bagus," ungkapnya. Soal optimisme, Umuh mengaku
percaya timnya akan tampil
baik. Di luar itu, ia yakin faktor
non teknis alias keberpihakan
wasit tidak akan terjadi di laga
nanti. "Kalau tidak ada faktor non
teknis, insya Allah kita akan
main bagus di sana," ucapnya. Soal faktor non teknis, Umuh
yakin karena sebelumnya sudah
ada beberapa wasit yang
'diparkirkan' karena kinerja
buruknya. "Mudah-mudahan mereka
(wasit) jera dan ingat teman-
temannya yang sudah dikasih
hukuman. Tapi kita juga harus
berdoa dan berusaha," tandas
Umuh. Sementara itu, seluruh skuad
Persib untuk tur Papua sudah
berangkat pukul 15.00 WIB dari
Stadion Persib. Keberangkatan
Persib ke Bandara Soekarno-
Hatta diiringin hujan cukup deras. Di Bandara Soekarno-Hatta,
Persib akan berangkat
menggunakan pesawat dengan
jadwal penerbangan pukul
21.00 WIB menuju Jayapura
Drago Mamic Ogah Pikirkan Faktor non Teknis
Pelatih Persib Bandung Drago Mamic
ogah memikirkan faktor non
teknis yang selama ini disebut-
sebut jadi penghalang tim
ketika melakoni tur Papua.
Drago memilih konsentrasi menyiapkan timnya ketimbang
memikirkan faktor tersebut. "Saya tidak akan memikirkan
hal-hal yang berkaitan dengan
faktor non teknis," kata Drago
saat ditemui di Stadion
Siliwangi, Senin (20/2/2012). Menurutnya, memikirkan hal-hal
non teknis akan membuat
suasana di tim menjadi tidak
baik. Bahkan akan merusak
program latihan yang sudah
diterapkan. "Memikirkan faktor non teknis
pada akhirnya akan membuat
pemain saya tertekan,"
ungkapnya. Baginya, lebih baik fokus
mempersiapkan tim sendiri
ketimbang memikirkan tim lain
maupun faktor non teknis yang
kemungkinan akan terjadi. Jika
tim sudah dipersiapkan dengan baik, ia yakin 'Maung Bandung'
dapat meraih hasil positif. "Saya tidak mau fokus ke tim
lain, saya mau fokus ke tim
sendiri dan mempersiapkan tim
ini supaya bisa mendapatkan
hasil maksimal," jelasnya. Sementara soal persiapan tim,
Drago mengaku
mempersiapkannya seperti
biasa. Menurutnya, tidak ada
hal berbeda dari latihan Persib
kali ini dibanding saat latihan jelang duel dengan tim lain. "Kita sudah banyak berlatih
dan saya rasa cukup untuk
menghadapi dua pertandingan
ke depan. Tidak ada hal yang
berlebihan," tutur pria
berpaspor Kroasia itu.
Dino Tinggalkan Latihan karena Diminta Drago
Sebelum latihan pagi usai,
Pelatih Fisik Persib Bandung
Dino Sefriyanto meninggalkan
lapangan. Ia mengaku karena
diminta Pelatih Kepala Drago
Mamic untuk tidak melatih. "Tadi saya datang ke lapangan.
Tapi coach (Drago) bilang
katanya saya enggak usah
melatih," kata Dino saat ditemui
di Stadion Persib, Jalan Ahmad
Yani, Senin (20/2/2012). Ia pun mengemukakan alasan
kenapa kembali ke tim
terlambat dari waktu yang
dijanjikan. Sebelumnya, ia
mengaku hanya meminta izin
dua hari untuk absen melatih fisik Miljan Radovic dan kawan-
kawan. "Saya izin ke Lampung karena
ada saudara yang sakit.
Perjalanan dari sana ke
Bandung kan cukup jauh, saya
juga pake jalan darat,"
ungkapnya. Soal masa depannya, Dino
mengaku akan menyerahkan
sepenuhnya pada manajemen.
Jika tidak dibutuhkan lagi, Dino
siap hengkang. Namun jika manajemen atau tim
masih membutuhkan jasanya, ia
siap bertahan. "Saya dari dulu cinta Persib.
Masuk ke Persib dambaan saya
dari dulu," tegas pria yang
musim lalu jadi pelatih fisik
Semen Padang itu
6 Hari Tanpa Kabar, Pelatih Fisik Persib Hengkang?
Bandung -
Pelatih fisik Persib
Bandung Dino Sefriyanto
tidak kelihatan batang
hidungnya sejak enam hari
lalu. Dia hanya mampir sebentar ke Stadion
Siliwangi, Senin (20/2) pagi
ini sebelum latihan tim. Setelah itu, dia berlalu begitu
saja dan memberitahunya
dirinya akan pulang. “Balik
gua,” kata Dino kepada salah
seorang ofisial tim, Senin
(20/2/2012) pagi. Pelatih Persib Bandung Drago
Mamic mengaku memang telah
mendapat permintaan izin dari
Dino enam hari lalu. Namun pada
kenyataannya, kata Mamic, Dino
absen melatih selama enam hari tanpa kabar yang jelas. Mamic
pun serta merta pun menyebut
Dino tidak profesional. “Dia sudah absen selama enam
hari sebelum hari ini. Dia kurang
serius dan tidak profesional. Dia
datang pagi tadi, dia tidak
menyapa siapapun. Dia hanya
meminta izin selama satu dua hari sebelumnya, tapi dia baru
datang ke sini setelah enam
hari. Dia menganggap kita
seperti kelompok turis, seperti
rekreasi saja, bukan klub
profesional. Itulah mengapa kami menyelesaikan program latihan
hari ini tanpa pelatih fisik. Saya
harus membicarakan masa
depannya di sini,” papar Mamic
kepada wartawan di Stadion
Siliwangi, Senin (20/2/2012). Sementara itu, Manajer Persib
Bandung Umuh Muchtar
mengakui Dino memang meminta
izin selama sampai dua hari.
Namun, kata Umuh, mantan
pelatih fisik Semen Padang itu hanya meminta izin kepada
Drago Mamic. “Saya tahu Dino izin tapi untuk
satu-dua hari. Dia tidak
berbicara ke saya. Langsung ke
pelatih,” kata Umuh
Ulang Tahun, Abanda Herman Ingin Dapat Poin di Tur Papua
Pemain bertahan tangguh
Persib Bandung Abanda Herman
hari ini tepat berusia 28 tahun.
Di hari ulang tahunnya, Abanda
berharap mendapat kado
tersendiri yakni torehan poin dalam tur Papua. "Harapannya, saya ingin tim
dapat poin di tur Papua," kata
Abanda di Stadion Siliwangi,
Senin (20/2/2012). Baginya, poin dalam tur Papua
wajib didapatkan. Itu demi
menjaga posisi Persib di papan
atas dalam klasemen
sementara Liga Super Indonesia
(LSI). Sehingga di hari ulang
tahunnya, ia tidak muluk-muluk
soal harapannya. "Tidak ada
yang istimewa, tidak ada
target atau keinginan pribadi
selain dapat poin," tegas eks punggawa Persija Jakarta itu. Sementara itu, seperti biasa
pemain yang berulangtahun
selalu mendapat 'penyiksaan'
dari sesama pemain Persib. Usai
latihan, ia langsung diguyur
rekan-rekannya
Mamic: Tim Persib Sudah Cukup Berlatih
Pelatih Persib Bandung
Drago Mamic mengatakan
latihan untuk anak
asuhnya dirasa sudah
cukup dalam persiapan menjalani laga kontra
Persiwa Wamena, Kamis
(23/2/2012) nanti. Menurutnya, tiga hari sebelum
pertandingan dengan satu kali
latihan hari ini sudah cukup
membuat kondisi Maung
Bandung mumpuni dalan laga
perdana tur Papua kali ini. "Ya, ini sudah cukup, dengan
sekali latihan jelang tiga hari
sebelum bertanding. Mereka
mungkin ada latihan ringan di
hotel, tapi tidak di lapangan.
Hanya peregangan saja," kata Mamic seusai latihan di Stadion
Siliwangi, Senin (20/2/2012) pagi
tadi. Skuad Persib Bandung
direncanakan akan bertolak ke
Papua sore ini. Mamic juga
mengatakan latihan ringan di
Hotel dilakukan untuk
memulihkan kondisi anak asuhnya setelah menempuh
perjalanan jauh. "Latihan nanti hanya latihan
kecil. Agar pemain berkeringat
saja, karena anak-anak harus
memulihkan kondisi badan
sehabis dari perjalanan,"
tukasnya
Langganan:
Postingan (Atom)