Sabtu, 25 Februari 2012

Nasuha: Lawan Persipura Harus Lebih Semangat

Bandung - Nasuha memberikan semangat kepada teman- temannya untuk tetap berjuang pasca kalah 0-3 dari Persiwa, Kamis (23/2) lalu. Menurut bek sayap Persib tersebut, pertandingan melawan Persipura Jayapura, Senin (27/2/2012,) nanti akan dihadapi dengan permainan yang lebih maksimal. Sebelumnya, Nasuha sendiri tidak diboyong ke Wamena karena masih dalam pemulihan cedera yang dialaminya. Kondisi ini tentu menjadi keuntungan baginya, karena kondisi fisiknya semakin segar setelah beristirahat cukup lama. "Tetap semanagat jangan berkecil hati karena masih ada pertandingan lainnya. Saya optimis di Jayapura teman- teman bisa main lebih maksimal lagi," tutur Nasuha kepada INILAH.COM melalui telepon selulernya, Sabtu (25/2/2012)

Nasuha: Ada Maman Lini Belakang Lebih Komplit

Bandung - Bek sayap Muhammad Nasuha menilai lini belakang Persib Bandung kini lebih komplet dengan kembalinya Maman Abdurrahman. Dia pun menyambut baik kehadiran Maman. Sebelumnya, saat Persib Bandung takluk atas Persiwa 0-3, Kamis (23/2/2012), Maman dilarang bermain akibat akumulasi kartu kuning. Kini, pada lanjutan laga tur Papua menghadapi Persipura di stadion Mandala Jayapura, Senin (27/2/2012), Maman pun sudah dipastikan akan mengisi lini belakang Maung Bandung. "Kembalinya Maman adalah kabar Bagus untuk kami, artinya lini belakang kami bisa lebih komplit," kata Nasuha.

'Tempatkan Airlangga Sebagai Striker Tunggal'

Bandung - Mantan striker Persib Sutiono Lamso mengatakan, dengan memakai satu penyerang, striker pilihan nanti harus memenangi duel satu lawan satu. Dan untuk melancarkan serangan dengan penyerang tunggal, umpan jauh bisa diandalkan. "Memang hal itu bisa dilakukan untuk masalah kurang penyerang, dan saya dulu juga pernah diplot sebagai striker tunggal. Memang lebih sulit karena satu orang dijaga dua bek. Harus punya skill mumpuni. Minimal dia bisa menguasai bola, bergerak cepat, mencari celah. Kuncinya ada kesempatan serangan balik harus berani duel satu lawan satu. Andalkan umpan jauh, dan sabar dalam membangun serangan," tutur Sutiono kepada INILAH.COM, Jumat (24/2/2012). Terkait penyerang yang lebih cocok menjadi starter, striker pencetak gol tunggal bagi Persib saat menjuarai Liga Indonesia 1994/1995 itu memilih Airlangga Sucipto. Dia menilai Ronggo punya sikap yang lebih ngotot dalam mencuri dan menguasai bola. "Mungkin Airlangga yang lebih cocock. Ali memang punya kecepatan, cuma di lini belakang lawan, ada Bio Pauline yang cukup tinggi. Pintar-pintar saja bagaimana penyerang nanti menyiasatinya," pungkasnya

Selasa, 21 Februari 2012

Dino Isyaratkan Tinggalkan Persib

Dino Isyaratkan Tinggalkan Persib BANDUNG (21/2/2012) - Pelatih fisik Dino Sefrianto mengisyaratkan untuk meninggalkan Persib Bandung karena merasa harga dirinya terinjak-injak setelah diusir pelatih Drago Mamic dengan alasan indisipliner, Senin (20/2/2012). Dikatakannya, kesabarannya menerima berbagai perlakuan Mamic sudah habis. "Sejak awal memang sudah tidak cocok. Sudah lima bulan saya menahan kesabaran. Tapi, ujung- ujungnya malah menerima usiran dan caci maki," kata Dino kepada persibmania.com, Selasa (21/2/2012). Sinyalemen itu semakin kuat ketika Dino mengatakan jika ingin membuktikan kalau dirinya merupakan pelatih fisik berkualitas. "Saya ingin buktikan itu kepada Mamic, supaya dia tidak sombong dan besar kepala," tegasnya. Meskipun demikian, Dino belum mau mengungkapkan tim yang akan ditujunya. "Soal ini, jangan ditulis dulu. Tunggu konfirmasi dari saya," katanya.

Usai Tur Papua, Persib Seleksi Pemain Asing

Usai menjalani Tur Papua, Persib Bandung akan melakukan seleksi pemain asing. Hal tersebut disampaikan Manajer Persib, Umuh Muchtar saat ditemui di Hotel Yasmin Jayapura, selasa (21/2). “Kalau tawaran pemain asing asal Asia sudah ada beberapa baik dari Korea maupun Syria. Bahkan pelatih juga sudah membidik dua pemain asing. Dan setelah dibicarakan, rencananya setelah Tur Papua kita akan melakukan seleksi pemain tersebut,” tutur Umuh. Dia menambahkan pemain asing yang dibidik Persib kali ini merupakan striker murni, hal tersebut dipilih karena saat ini stok pemain striker murni di dalam tubuh Persib masih belum memadai. “Ini merupakan permintaan dari pelatih untuk mencari seorang pemain dengan posisi striker murni. Tambahan pemain asing ini akan melengkapi jumlah kuota maksimum yang telah ditetapkan BLI,” kata Umuh. Dengan adanya tambahan amunisi pemain tersebut, Umuh berharap nantinya stok penyerang Persib tidak akan lagi berkurang. “Nantinya kalau salah satu pemain terkena akumulasi maka ada stok penyerang lain. Jangan sampai seperti saat melawan PSPS Pekanbaru dimana Persib tidak ada striker,” ujarnya. Meskipun demikian, Umuh mengaku bahwa penampilan striker Pesrib yang ada saat ini seperti Airlangga Sutjipto, Aliyudin, dan Moses Sakyi semuanya sudah mumpuni. Hanya saja pemain asing pada posisi striker ini hanya untuk melengkapi, sehingga lini depan Persib bisa lebih aman. Sebelumnya Pelatih Persib Drago Mamic sempat mengutarakan mengenai tambahan pemain asing tersebut. Bahkan tambahan pemain asing ini sudah sangat mendesak, karena stok pemain Persib untuk lini depan masih kurang. “Tadinya saya menunggu pemain asing yang kita bidik, namun hingga satu setengah bulan menunggu pemain tersebut tidak kunjung datang juga, sehingga kita harus mencari pemain asing lainnya,” tutur Drago. Mengenai pemain asing bidikan Persib lainnya, Drago masih enggan untuk mengatakannya karena sampai saat ini dia masih terus berkonsultasi dengan manajemen Persib mengenai hal tersebut. Drago pun berharap bisa mendatangkan pemain lain dengan kualitas mumpuni. "Saya harap kita bisa mendapat solusi terbaik. Bagaimanapun ini semua sudah terjadi meski kami sudah berusaha sebaik mungkin," ungkapnya. Saat ini Persib baru memiliki empat pemain asing. dari kuota lima pemain asing seperti yang telah ditetapkan oleh Badan Liga indonesia (BLI). Keempat pemain asing tersebut adalah Miljan Radovic, Robbie Gaspar, Abanda Herman, dan Moses Sakyi. Untuk pemain asing asal Asia, Persib baru memiliki satu pemain asal Australia yaitu Robbie Gaspar, sehingga Persib masih memiliki jatah satu pemain asing asia untuk melengkapi jumlah kuota yang telah ditetapkan

Dino Minta Diberi Kepercayaan Soal Fisik Pemain

Bandung - Pelatih fisik Persib Dino Sefriyanto mengatakan akan tetap berada di Persib jika posisinya benar-benar diakui. Dia ingin urusan fisik pemain diserahkan kepadanya. “Kalau Pak Haji (Umuh Muchtar) minta saya bertahan, intinya ya percayakan fisik pemain pada saya,” kata Dino kepada wartawan di tempat fitness di kawasan Batununggal, Selasa (21/1/2012). Dino mengaku prihatin dengan kondisi fisik pemainnya yang dinilai tidak sesuai harapan. Pasalnya kata Dino, pelatih Drago Mamic yang mengambil alih tugasnya melatih fisik pemain, menerapkan program yang kurang tepat. Hasilnya, dalam beberapa pertandingan Persib pun bermain loyo dan ditekan lawan-lawannya di kandang. “Akhirnya saya ubah metode pelatihan menjadi strong warming up supaya dapat poin, supaya kita menekan dari awal. Kalau nurutin head coach, selalu pelan-pelan karena dia ingin main di 10 menit pertama pelan-pelan, kita bisa habis ditekan lawan kalau seperti itu. Contohnya lawan Semen Padang di LPI, Sriwijaya dan PSAP Sigli. Karenanya saat lawan Persiram, PSMS, saya langsung inisiatif sendiri karena ini demi kebaikan Persib. Siapa yang tidak mau membawa prestasi bagi Persib,” jelas Dino. Dino sendiri menilai Maung Bandung baru bisa bermain bagus saat melawan Pelita Jaya. Sisanya, kata Dino permainan Persib kurang baik, meskipun meraih kemenangan. “Hitungan saya, kita bagus cuman melawan Pelita, memang kita menang di pertandingan lain, misal waktu melawan Sriwijaya tapi masih kurang dari segi permainan dan fisik . Orang semua tahu itu, tapi mereka nggak bicara ke head coach, orang-orang tuh komplainnya ke saya, mereka bertanya kenapa ciri khas saya tuh hilang. Sampai anak saya malu ke sekolah kalau Persib mainnya jelek,” keluh Dino.

Manajer Persib Bantah Hubungan Tim Pelatih Retak

Manajer Persib Umuh Muhtar membantah hubungan tim pelatih retak. Dengan yakin, ia menyebut suasana tim, termasuk tim pelatih, dalam keadaan kondusif. "Enggak ada ah. Suasana tim kita kondusif," kata Umuh saat ditemui di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2/2012). Hal itu dikemukakan Umuh ketika diminta komentarnya soal keretakan di tubuh tim pelatih. Isu keretakan sendiri muncul setelah pelatih fisik Dino Sefriyanto meninggalkan Stadion Siliwangi tadi pagi sebelum latihan usai. Di satu sisi, pelatih Drago Mamic kecewa karena Dino terlambat bergabung dengan tim karena waktu yang dijanjikan setelah sebelumnya absen. Sementara Dino mengaku datang terlambat karena menjenguk saudaranya di Lampung yang sedang sakit. Selain itu, Dino beralasan perjalanan dari Lampung ke Bandung harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama karena menempuh jalur darat. Umuh mengatakan, kalaupun benar-benar ada konflik di tubuh tim pelatih, itu merupakan hal biasa. "Kita kan sudah satu keluarga, ibaratnya sendok sama piring trung- treng itu biasa lah," ucapnya. Namun ketika kembali disinggung soal keretakan hubungan tim pelatih, ia kembali membantah. "Enggak ada (keretakan). Kita dalam suasana kondusif," tegas Umuh

Dino Bertahan Karena Cinta Persib dan Hormati Umuh

Meski sudah tidak cocok dengan pelatih Drago Mamic, pelatih fisik Persib Bandung Dino Sefriyanto masih tetap menggelar latihan untuk pemain yang tidak ikut tur Papua, Selasa (21/2/2012). Dino mengatakan alasan untuk tetap bertahan sampai saat ini, disamping profesionalitas, adalah rasa cintanya kepada Persib Bandung dan menghormati Umuh Muchtar selaku Manajer Tim. “Saya profesional, artinya saya melakukan program latihan sesuai dengan job saya. Kalau pelatih taktik strategi, fisik saya yang ngelatih karena kondisi fisik (pemain) saya yang bertanggung jawab. Karena kalau fisik tim drop, saya yang disalahkan. Kemarin Mamic menyatakan saya sudah nggak boleh melatih di Persib, berarti kan saya sudah bukan pelatih fisik di Persib. Dia sudah mengakhiri kerja sama dengan saya. Hanya saja, saya masih bertahan karena Pak Haji Umuh," papar Dino usai melatih di Batununggal, Selasa (21/2/2012). "Selain cinta Persib, saya juga menghormati Pak Haji Umuh. Saya anggap Pak Haji Umuh, Pak Zainuri, Pak Glen sebagai seorang bapak," tambahnya. Dino mengungkapkan selama ini kerja sama dengan pelatih kepala di tim lainnya selalu berjalan baik. Hasilnya pun efektif, tim-tim tersebut bisa berada di papan atas. Bahkan, pada 2007 saat menangani fisik pemain bersama Arcan Iurie, Dino berhasil membawa Persib juara paruh musim. “Di Semen Padang, Sriwijaya, Persebaya, Persib 2007 dengan Arcan Iurie program pelatihan fisik yang pegang ya saya. Ternyata saya juara paruh musim (dengan Persib), Semen Padang papan atas, dan saat itu saya mendukung pelatih kepala sepenuhnya. Itu sudah sesuai peraturan FIFA ,” tegas Dino

Senin, 20 Februari 2012

Umuh Muchtar, Buat Persib Tak Berpikir Untung Rugi

Siapa tak kenal Umuh Muchtar?, sosoknya telah dikenal luas oleh pecinta sepak bola, khususnya bobotoh Persib. Umuh dan Persib memang seolah tidak terpisahkan. Sebelum tercatat sebagai manajer tim, Umuh mengawali kiprahnya di Persib sebagai bobotoh. Dukungan total bagi Persib selalu diberikannya sejak era 80-an. Ketika itu, sebagai bobotoh, Umuh terkenal royal dalam memberi dukungan. “Dukungan saya yang paling menonjol (untuk Persib) waktu zaman Adeng Hudaya. Sejak saat itu dukungan saya untuk Persib tidak pernah berhenti," kata Umuh saat ditemui INILAH.COM di kediamannya, Jalan Desa, Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (16/2). Pada era keemasan Maung Bandung, loyalitas Umuh sebagai bobotoh semakin menggila. Terlebih saat Robby Darwis mencatat sejarah baru perjalanan Persib dengan menjuarai kompetisi Liga Indonesia pertama 1994/1995. Dia tak sungkan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengakomodir teman-temannya sesama bobotoh. “Kalau Persib ada pertandingan di Jakarta, saya pasti ikut ke sana. Bisa tidak pulang sampai sembilan hari. Kalau nonton Persib saya tidak pernah sendirian. Biasanya saya ajak istri dan 7 sampai 8 orang teman, bisa sampai dua mobil. Saya kemudian sewa penginapan sampai dua kamar besar demi menonton dan mendukung Persib.” kenang pria berusia 63 tahun itu. Tidak hanya royal pada sesama bobotoh. Gelontoran bonus juga kerap dikucurkan Umuh pada pemain Persib. Bonus tersebut kata Umuh diberikan saat Persib memenangkan pertandingan. Dia mengaku, fanatisme dan kecintaan pada Persib adalah sesuatu yang tidak ternilai. Karena itu dia tak pernah berhitung untung-rugi jika sudah menyangkut dukungan bagi Persib.

Perjalanan Maraton Ke Wamena.

Tur ke Papua memang membutuhkan fisik yang prima. Sebelum bertanding, pemain PERSIB harus menjalani perjalanan panjang. Bahkan untuk sampai ke Wamena, rombongan setidaknya harus tiga kali transit. Sekretaris tim PERSIB, Yudiana mengatakan Milan Radovic dkk. yang meninggalkan Kota Kembang sekitar pukul 15.15 WIB memakai bus di tengah rintik hujan, dan terbang dari Bandara Soekarno Hatta pukul 21.30 WIB menuju Makasar dengan pesawat Garuda. Setelah transit di Makasar selama 30 menit, pukul 1.30 WITA mereka terbang lagi dengan tujuan Biak. "Kalau tidak ada delay, diperkirakan pesawat sampai di Biak sekitar pukul 5.00 WIT. Setengah jam kemudian terbang lagi sekitar dua jam menuju bandara Sentani Jayapura," ujar Yudi seraya menambahkan rombongan PERSIB beristirahat semalam di Jayapura untuk menghilangkan rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Esok harinya, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIT, mereka akan menjalani penerbangan sekitar 1 jam menuju Wamena menggunakan pesawat Trigana Air yang berkapasitas 40 penumpang. Sehari kemudian, Kamis (23/2) PERSIB dijamu Persiwa di Stadion Pendidikan.

Persib Akhirnya Berani Targetkan Poin Saat Tur Papua

Setelah sebelumnya ogah menyebut target poin di tur Papua, Persib Bandung akhirnya punya keberanian menyatakan targetnya. Dua poin ditargetkan 'Maung Bandung' dalam lawatannya ke kandang Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura. "Alhamdulillah kalau bisa dapat dua poin di sana, dua poin juga sudah bersyukur," kata Manajer Persib Umuh Muhtar saat ditemui di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2/2012). Bahkan, Persib punya optimisme tinggi dapat mengalahkan Persiwa. Sementara saat melawan Persipura, Persib diyakini bakal meraih satu poin alias hasil imbang. "Kalau kita bisa dapat poin penuh (di kandang Persiwa) itu jauh lebih bagus," ungkapnya. Soal optimisme, Umuh mengaku percaya timnya akan tampil baik. Di luar itu, ia yakin faktor non teknis alias keberpihakan wasit tidak akan terjadi di laga nanti. "Kalau tidak ada faktor non teknis, insya Allah kita akan main bagus di sana," ucapnya. Soal faktor non teknis, Umuh yakin karena sebelumnya sudah ada beberapa wasit yang 'diparkirkan' karena kinerja buruknya. "Mudah-mudahan mereka (wasit) jera dan ingat teman- temannya yang sudah dikasih hukuman. Tapi kita juga harus berdoa dan berusaha," tandas Umuh. Sementara itu, seluruh skuad Persib untuk tur Papua sudah berangkat pukul 15.00 WIB dari Stadion Persib. Keberangkatan Persib ke Bandara Soekarno- Hatta diiringin hujan cukup deras. Di Bandara Soekarno-Hatta, Persib akan berangkat menggunakan pesawat dengan jadwal penerbangan pukul 21.00 WIB menuju Jayapura

Drago Mamic Ogah Pikirkan Faktor non Teknis

Pelatih Persib Bandung Drago Mamic ogah memikirkan faktor non teknis yang selama ini disebut- sebut jadi penghalang tim ketika melakoni tur Papua. Drago memilih konsentrasi menyiapkan timnya ketimbang memikirkan faktor tersebut. "Saya tidak akan memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan faktor non teknis," kata Drago saat ditemui di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/2012). Menurutnya, memikirkan hal-hal non teknis akan membuat suasana di tim menjadi tidak baik. Bahkan akan merusak program latihan yang sudah diterapkan. "Memikirkan faktor non teknis pada akhirnya akan membuat pemain saya tertekan," ungkapnya. Baginya, lebih baik fokus mempersiapkan tim sendiri ketimbang memikirkan tim lain maupun faktor non teknis yang kemungkinan akan terjadi. Jika tim sudah dipersiapkan dengan baik, ia yakin 'Maung Bandung' dapat meraih hasil positif. "Saya tidak mau fokus ke tim lain, saya mau fokus ke tim sendiri dan mempersiapkan tim ini supaya bisa mendapatkan hasil maksimal," jelasnya. Sementara soal persiapan tim, Drago mengaku mempersiapkannya seperti biasa. Menurutnya, tidak ada hal berbeda dari latihan Persib kali ini dibanding saat latihan jelang duel dengan tim lain. "Kita sudah banyak berlatih dan saya rasa cukup untuk menghadapi dua pertandingan ke depan. Tidak ada hal yang berlebihan," tutur pria berpaspor Kroasia itu.

Dino Tinggalkan Latihan karena Diminta Drago

Sebelum latihan pagi usai, Pelatih Fisik Persib Bandung Dino Sefriyanto meninggalkan lapangan. Ia mengaku karena diminta Pelatih Kepala Drago Mamic untuk tidak melatih. "Tadi saya datang ke lapangan. Tapi coach (Drago) bilang katanya saya enggak usah melatih," kata Dino saat ditemui di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2/2012). Ia pun mengemukakan alasan kenapa kembali ke tim terlambat dari waktu yang dijanjikan. Sebelumnya, ia mengaku hanya meminta izin dua hari untuk absen melatih fisik Miljan Radovic dan kawan- kawan. "Saya izin ke Lampung karena ada saudara yang sakit. Perjalanan dari sana ke Bandung kan cukup jauh, saya juga pake jalan darat," ungkapnya. Soal masa depannya, Dino mengaku akan menyerahkan sepenuhnya pada manajemen. Jika tidak dibutuhkan lagi, Dino siap hengkang. Namun jika manajemen atau tim masih membutuhkan jasanya, ia siap bertahan. "Saya dari dulu cinta Persib. Masuk ke Persib dambaan saya dari dulu," tegas pria yang musim lalu jadi pelatih fisik Semen Padang itu

6 Hari Tanpa Kabar, Pelatih Fisik Persib Hengkang?

Bandung - Pelatih fisik Persib Bandung Dino Sefriyanto tidak kelihatan batang hidungnya sejak enam hari lalu. Dia hanya mampir sebentar ke Stadion Siliwangi, Senin (20/2) pagi ini sebelum latihan tim. Setelah itu, dia berlalu begitu saja dan memberitahunya dirinya akan pulang. “Balik gua,” kata Dino kepada salah seorang ofisial tim, Senin (20/2/2012) pagi. Pelatih Persib Bandung Drago Mamic mengaku memang telah mendapat permintaan izin dari Dino enam hari lalu. Namun pada kenyataannya, kata Mamic, Dino absen melatih selama enam hari tanpa kabar yang jelas. Mamic pun serta merta pun menyebut Dino tidak profesional. “Dia sudah absen selama enam hari sebelum hari ini. Dia kurang serius dan tidak profesional. Dia datang pagi tadi, dia tidak menyapa siapapun. Dia hanya meminta izin selama satu dua hari sebelumnya, tapi dia baru datang ke sini setelah enam hari. Dia menganggap kita seperti kelompok turis, seperti rekreasi saja, bukan klub profesional. Itulah mengapa kami menyelesaikan program latihan hari ini tanpa pelatih fisik. Saya harus membicarakan masa depannya di sini,” papar Mamic kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/2012). Sementara itu, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui Dino memang meminta izin selama sampai dua hari. Namun, kata Umuh, mantan pelatih fisik Semen Padang itu hanya meminta izin kepada Drago Mamic. “Saya tahu Dino izin tapi untuk satu-dua hari. Dia tidak berbicara ke saya. Langsung ke pelatih,” kata Umuh

Ulang Tahun, Abanda Herman Ingin Dapat Poin di Tur Papua

Pemain bertahan tangguh Persib Bandung Abanda Herman hari ini tepat berusia 28 tahun. Di hari ulang tahunnya, Abanda berharap mendapat kado tersendiri yakni torehan poin dalam tur Papua. "Harapannya, saya ingin tim dapat poin di tur Papua," kata Abanda di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/2012). Baginya, poin dalam tur Papua wajib didapatkan. Itu demi menjaga posisi Persib di papan atas dalam klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI). Sehingga di hari ulang tahunnya, ia tidak muluk-muluk soal harapannya. "Tidak ada yang istimewa, tidak ada target atau keinginan pribadi selain dapat poin," tegas eks punggawa Persija Jakarta itu. Sementara itu, seperti biasa pemain yang berulangtahun selalu mendapat 'penyiksaan' dari sesama pemain Persib. Usai latihan, ia langsung diguyur rekan-rekannya

Mamic: Tim Persib Sudah Cukup Berlatih

Pelatih Persib Bandung Drago Mamic mengatakan latihan untuk anak asuhnya dirasa sudah cukup dalam persiapan menjalani laga kontra Persiwa Wamena, Kamis (23/2/2012) nanti. Menurutnya, tiga hari sebelum pertandingan dengan satu kali latihan hari ini sudah cukup membuat kondisi Maung Bandung mumpuni dalan laga perdana tur Papua kali ini. "Ya, ini sudah cukup, dengan sekali latihan jelang tiga hari sebelum bertanding. Mereka mungkin ada latihan ringan di hotel, tapi tidak di lapangan. Hanya peregangan saja," kata Mamic seusai latihan di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/2012) pagi tadi. Skuad Persib Bandung direncanakan akan bertolak ke Papua sore ini. Mamic juga mengatakan latihan ringan di Hotel dilakukan untuk memulihkan kondisi anak asuhnya setelah menempuh perjalanan jauh. "Latihan nanti hanya latihan kecil. Agar pemain berkeringat saja, karena anak-anak harus memulihkan kondisi badan sehabis dari perjalanan," tukasnya